Powered by Blogger.

Wednesday, 16 February 2011

Mobil Hidrogen Mercedes Keliling Dunia



Perjalanan tiga mobil Mercedes-Benz seri B-Class F-CELL keliling dunia diawali dengan start yang kurang mulus. Dua mobil kehabisan bahan bakar sebelum tahap
pertama, dari perjalanan selama 125 hari, selesai. Satu mobil yang lain mengalami masalah pada bagian roda.

Namun, setelah masalah itu dapat dibenahi, perjalanan tiga mobil berbahan bakar hidrogen ini berlangsung lancar. Jarak 100 kilometer menghabiskan 1,5 kilogram hidrogen. Perjalanan keliling dunia sejauh 30 ribu kilometer ini akan dibantu dengan stasiun pengisian hidrogen bergerak oleh perusahaan Linde AG.

Tiga mobil memulai perjalanan dari kantor pusat Mercedes di Stuttgart pada 30 Januari lalu. Perusahaan Jerman ini bertekad menjadikan produknya sebagai mobil berbahan bakar hidrogen pertama yang melakukan perjalanan mengitari dunia.

Mereka terinspirasi oleh film klasik 80 hari perjalanan mengitari bumi. Kali ini mereka menempuhnya lebih lama, sesuai dengan usia perusahaan Mercedes, yang berdiri 125 tahun lalu. Karena itu, mereka mengundang Kanselir Jerman Angela Merkel serta tiga pembalap kenamaan, Michael Schumacher, Nico Rosberg, dan David Coulthard, untuk hadir dalam acara ulang tahun dan pelepasan tur panjang.

Fuel cell mengubah hidrogen menjadi energi listrik dengan mereaksikannya dengan oksigen. Emisinya uap air. Prosesnya terlihat sederhana, tapi teknologinya rumit karena harus ada sistem untuk me-ngontrol reaksi, memproduksi energi listrik, dan menyimpannya.

Tantangan lain adalah menata semua kerumitan itu dalam sistem yang ringkas dan cukup kecil hingga bisa pas di mobil. Sekaligus juga kuat untuk menyediakan energi yang cukup untuk menyediakan beragam fungsi ala mobil konvensional, seperti lampu, AC, dan akse-lerasi cepat.

B-Class Fuel-Cell berakselerasi dari diam ke 100 kilometer dalam waktu 11.4 detik. Mobil ini juga bisa start dalam suhu beku. Mercedes-Benz mengatakan seri ini memiliki kinerja yang serupa dengan mobil berbahan bakar gas dengan kapasitas 2.0 liter.

Konsumsi hidrogen B-Class F-CELL mampu menembus angka 54 mil per galon sehingga menghasilkan jarak tempuh hingga 230 mil. Perusahaan ini mengklaim menerapkanhasil inovasi teknologinya pada sistem fuel cell generasi terbaru yang menggunakan baterai lithium-ion yang ditanamkan di lantai B-Class F-CELL. Teknologi baru lainnya adalah pengembangan sistem rentang temperatur. Teknologi tersebut membuat varian ini masih mampu bekerja dalam temperatur -25 derajat Celsius.


Tujuan dari perjalanan panjang ini adalah untuk menunjukkan bahwa efisiensi dan kemampuan teknologi fuel cell untuk penggunaan sehari-hari. Mercedes-Benz dan  Daimler juga mengkampanyekan pengembangan jaringan sistem pengisian bahan bakar hidrogen di seluruh dunia

Sejak 2009, perusahaan ini memproduksi B-Class F-CELL. Tahun lalu mobil ini dipajang dalam pameran mobil internasional, termasuk Los Angeles Auto Show  2010.

“Jika Daimler dan Benz masih hidup hari ini, mereka akan memberikan saran kepada kita untuk membuat mobil hijau yang jauh lebih menarik dan mempesona.  Hanya inovasi yang menjadi daya tarik,” kata Dieter Zetsche, bos perusahaan ini, mengenang dua warga Jerman yang membuat Mercedes pada 1871.
Menurut Dieter Zetsche, tantangan utama industri otomotif saat ini adalah transisi ke kendaraan berbahan bakar listrik yang ramah lingkungan.

Karena itu, Mercedes menyebut ta hun 2011 sebagai tahun inovasi. Mereka memiliki 80 ribu paten untuk mendukung teknologi ini, termasuk baterai dengan lithium-ion.  Untuk mendukung perjalanan panjang, Linde dan Mercedes-Benz bersama-sama mengembangkan 700 bar unit pengisian bahan bakarbergerak. Fasilitas ini memungkinkan kompresi hidrogen dan pengisian bahan bakar ketika kendaraan sedang berjalan.

Unit ini khusus dirancang dengan padu guna memudahkan transportasi melalui udara. Linde tidak hanya memasok sekitar 18.000 meter kubik hidrogen. Perusahaan ini juga mengembangkan konsep logistik untuk 400 atau lebih stasiun pengisian bahan bakar hidrogen di seluruh dunia.

Sejak tiga tahun lalu, Daimler dan Linde me mang membangun kemitraan untuk mempromosikan penggunaan dan penyediaan hidrogen.“Proyek keliling dunia dari F-CELL ini mempercepat pembentukan jaringan infrastruktur hidrogen secara luas,”kata Wolfgang Reitzle, CEO Linde AG.

Sumber : Tempo Feb 2011

0 comments:

Post a Comment

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP