Powered by Blogger.

Tuesday, 28 December 2010

TEST DRIVE TERIOS TX ADVENTURE A/T


PENDAPAT calon pemilik mobil beberapa tahun lalu,transmisi matic bukan pilihan utama.Namun,seiring dengan semakin padatnya lalu lintas di kota besar khususnya Ibu Kota,kini banyak pengguna mobil beralih menggunakan mobil bertransmisi matic.

Pengemudi hanya perlu mengemudi dan injak pedal gas dan rem saja. Satu hal yang langsung terasa ketika menguji coba Terios TX Adventure A/T pinjaman PT Astra International Tbk.Daihatsu Sales Operation (AIDSO) akhir pekan lalu adalah aspek noise,vibration,dan harshness.Ketiga aspek ini menyiratkan seberapa bagus kendaraan meredam suara, getaran, dan kekasaran agar tak masuk ke interior.Terios punya nilai bagus untuk tiga hal ini.

Daihatsu berhasil meredam suara mesin dengan aplikasi peredam pada kap dan dinding antara kompartemen mesin dan penumpang. Raungan mesin menyusup masuk ketika melewati putaran 3.000 rpm. Suara ban dan angin diminimalisasi hingga menyisakan desah yang tidak mengganggu.Duduk menjadi nyaman karena mobil meluncur halus dan setiap guncangan direduksi dengan suspensi yang empuk. Dengung knalpot yang merembet masuk pada versi lama berhasil diminimalisasi.

Performa tipe tertinggi Daihatsu Terios ini cukup memuaskan. Bahkan saat digeber pada kecepatan 140 kilometer per jam di jalan basah sepanjang tol Cipularang, Terios TX Adveture cukup stabil meski buritan masih terasa berayun-ayun akibat jalan yang agak bergelombang.

Fungsi electric power steering (EPS) yang disematkan semakin terasa saat dipacu pada kecepatan di atas 80 kilometer per jam.Terios masih mengadopsi mesin 1.495 cc 4 silinder VVT-i. Istimewanya terletak pada setting final gear untuk Terios maticini. Daihatsu menggunakan perbandingan gigi akhir 5,857:1 untuk menyiasati loss power di transmisi matic, terutama saat beban berat dan tanjakan. Sehingga saat berada di tanjakan,Terios tetap terasa perkasa.

Suspensinya sendiri tak ada perbedaan dari versi manual.Penggunaan 5-link rigid axle denganper keong masih tetap dipertahankan. Setidaknya jalan ”semi-off road” tipikal jalan di Indonesia begitu pas untuk Terios. Dibandingkan manual,tentu ada kemudahan soal pengoperasiannya, kaki tinggal injak gas saja lalu tunggangan meluncur.Mau posisi D atau R,tak perlu koordinasi antara pedal kopling dan gas, terutama saat setelah berhenti di jalan menanjak.

Perpindahan transmisi pun masih baik di jalan datar, hanya di tanjakan, pilihan untuk memindahkan tuas dari D ke 3 atau 2 saat menanjak lebih enak dibandingkan mengandalkan menginjak pedal gas lebih dalam agar terjadi efek kick down. Sementara pada jalan menurun,ada efek engine brake dari transmisi Terios TX Adventure A/T ini sangat membantu pengereman di turunan.Namun, jika terlalu curam sebaiknya dilakukan downshift dengan memindahkan ke posisi 2 atau bahkan lebih rendah lagi.

Di jalan datar relatif tidak menemui masalah. Hanya pada saat akselerasi tarikan Terios TX Adventure matic ini tak segahar yang manual.Saat pedal gas diinjak maksimum mesin pun meraung dan mobil pun berlari,perpindahannya memang tak terlalu halus, meski hentakannya pun tak tergolong mengganggu.Kecepatan 0–100 kilometer per jam bisa dicapai dalam waktu kurang lebih 16 detik.

Untuk safety,setiap kursi di baris pertama dan kedua mendapat seatbelt tiga titik, kecuali kursi tengah baris kedua yang hanya mendapat seatbel tdua titik.



Sumber : koran sindo

2 comments:

Anonymous,  25 October 2011 at 20:28  

makasih nih infonya, sayatambah yakin saja untuk memilih terios tx at adventure ini. top lah

Post a Comment

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP