Powered by Blogger.

Tuesday, 5 October 2010

Ford Fiesta Test Drive

INILAH kesan pertama melihat sosok Fiesta. Lekuk-lekuk bodinya yang dinamis, implementasi dari bahasa kinetic design Ford yang selalu akan ada di produk mereka ke depan langsung memikat.

Pihak Ford menjabarkan bahwa desain ini memberikan kesan bergerak meski sebenarnya
sedang statis. Desain ini memiliki energi kinetik yang tersimpan dalam garis-garis
di namis.

Saat memasuki interiornya,kami mendapati sebuah ruang berdimensi ideal menyuguhkan
berbagai fitur cerdas yang dikemas dalam desain menawan.Yang paling mengejutkan,
kendaraan ini dibekali sederet fitur yang saat ini hanya dapat ditemui di sedan kelas atas seharga miliaran rupiah.

Salah satunya adalah fitur voice command pada sistem audio sehingga kita dapat mengoperasikan sederet fitur penting hanya dengan mengatakan kode perintah, misalnya mengaktifkan radio, menentukan pilihan stasiun radio, menerima atau membuat panggilan telepon dan berbagai perintah lain.

Pengemudi tinggal menyebutkan perintah suara yang benar,sistem akan merespons dengan mengulang kalimat yang kita ucapkan untuk memastikan benar tidaknya kode perintah. Setelah cukup mengamati Ford Fiesta terbaru tersebut Media Indonesia beserta jurnalis lain sudah tak sabar untuk menjajal mobil ini. Dengan start
dari kafe di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (14/7), kami memulai perjalanan istimewa menuju Bandung.

Sejumlah Ford Fiesta yang siap kami coba saat itu memiliki mesin 1,4 liter DOHC dengan pilihan transmisi manual 5-speed dan otomatis 4-speed bergaya sequential tipshift. Kebetulan Media Indonesia mendapat jatah Ford Fiesta bertransmisi otomatis berwarna putih.

Rombongan test drive segera beranjak ke kawasan Lebak Bulus memasuki ruas Tol TB
Simatupang. Setelah itu, kami masuk Tol Jagorawi dan keluar menyusuri kawasan Puncak. Rute yang lumayan ‘kejam’ itu tak pelak membuat Fiesta AT yang kami tunggangi tersendat-sendat akibat kami paksa secara agresif agar bisa tetap menyatu dalam iring-iringan Fiesta yang ditunggangi rekan jurnalis lainnya.

Kami pun segera menggeser tuas ke mode manual, berharap bisa mengatasinya. Rupanya
karakter transmisi otomatisnya sedikit unik. Ada jeda yang cukup lama untuk pindah dari gigi I ke gigi II sehingga rpm sempat melambung dan memberikan efek menyentak begitu masuk gigi II.

Untuk menyiasatinya, kami coba memperlakukannya seperti transmisi manual konvensional dengan cara mengurangi pijakan gas saat tuas kami pindah dari I ke II. Itu sangat membantu kehalusan perpindahannya.

Menurut pengakuan rekan jurnalis lain, gejala itu tak ditemui pada versi transmisi
manual. Rute yang dihiasi kelokan dan tanjakan serta turunan ini juga membuktikan keampuhan suspensi Ford Fiesta. Karakter suspensinya yang kenyal membuat kami seperti berada dalam sebuah kabin sedan sport mahal.

Alhasil ‘keriting’-nya jalan tak membuat cengkeraman roda lepas dari permukaan
jalan. Keesokan harinya setelah menjalani aktivitas yang disajikan PT Ford Motor Indonesia (FMI), kami pun kembali ke Jakarta melewati ruas Tol Cipularang. Dalam rangkaian test drive yang singkat tersebut, Media Indonesia mencatat konsumsi bensin Fiesta 1,4 liter ini di angka kisaran 13-15 km/liter.

Sebagai gambaran, badan perlindungan lingkungan Amerika Serikat EPA (Environmental
Protection Agency) baru-baru ini telah menyelesaikan penghitungan konsumsi bahan
bakar Ford Fiesta 1,6 liter, yaitu 17 km/liter, sedangkan Ford Fiesta yang kami tunggangi berkapasitas 1,4 liter. Jadi Fiesta baru ini cukup irit.

Sumber : media indonesia

0 comments:

Post a Comment

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP