Powered by Blogger.

Monday, 28 June 2010

Isuzu D-Max


GELIAT bisnis sektor perkebunan dan pertambangan turut membawa imbas  pada dunia otomotif. Sektor yang wilayah operasi nya di area pedalaman ini membutuhkan kendaraan operasional tangguh untuk menundukkan medan yang berat.

Isuzu sebagai salah satu produsen mobil yang mencoba masuk ke pasar ini menya dari betul besarnya tuntutan konsumen di daerah pertambangan dan perkebunan. Dengan mengusung Isuzu D-Max sebagai andalannya, Isuzu cukup yakin mampu mengeksplorasi segmen ini bersama pesaingnya, yakni Ford Ranger, Mitshubishi Triton, dan Nissan Frontier. Dalam sebuah kesempatan, Media Indonesia bersama beberapa rekan wartawan lainnya berkesempatan untuk menjajal ketangguhan Isuzu D-Max itu. Bertempat di lokasi  offroad di kawasan Bukit Sentul, eksplorasi terhadap ketangguhan si penjelajah rimba itu dilakukan.


Mobil D-Max yang dijajal itu telah disempurnakan dan disesuaikan dengan kondisi medan perkebunan dan pertambangan. Dengan sistem teknologi direct injection yang inovatif dihasilkan kekuatan tenaga yang lebih besar dengan konsumsi BBM dan emisi gas buang yang lebih rendah. Mesin 3,0 liter turbo interccooler menghasilkan tenaga dan torsi yang kuat di rpm rendah sehingga ideal untuk kepuasan berakselerasi serta  andal di medan offroad.

Hasilnya, kendaraan ini juga lebih irit  dalam hal konsumsi bahan bakar. Pemakaian bahan bakar D-Max dengan kapasitas 3.000 cc ini hanya 1 liter solar untuk 14 km, sedangkan untuk kendaraan sejenis yang 2.500 cc 1 liter untuk 7 km.Di sektor interior, ruang kabin D-Max terasa nyaman dilengkapi sistem audio dan pendingin udara standar. Dengan demikian, pengemudi bisa merasakan kenikmatan berayun-ayun menempuh jalan yang bergelombang.

Dalam hal menundukkan medan yang berat, kenyamanan D-Max patut diacungi  jempol. Mobil ini bisa melipir dan miring hingga kemiringan 47 derajat. Media Indonesia sempat merasakan betapa menegangkannya menjajal kemiringan hingga sekitar 40 derajat di area test drive. Perasaan akan terbalik karena bodi samping mobil hampir menyentuh tanah menjadikan pengalaman mencoba D-Max menjadi hal yang tidak  terlupakan.

Salah seorang pengguna D-Max yang telah mengoperasikan mobil ini di area pertambangan mengatakan bahwa kondisi yang ada di wilayah tambang sebenarnya tidak seekstrem di area test drive. Dengan demikian, dengan apa yang ditawarkan, D-Max sebenarnya telah melampaui ekspektasi.


Bisa merayap

D-Max juga bisa bertindak seperti mobil pintar. Mobil ini bisa melaju tanpa menginjak gas. Jadi ketika menjumpai medan menanjak yang cukup ekstrem, pengemudi tinggal memasukan perseneling 1, dan D-Max akan merayap naik. Sama halnya saat turunan, mobil ini juga bisa merambat turun dengan pelan. Akibatnya, kaki pengemudi  benar-benar bisa diistirahatkan.

Dengan kelebihan tersebut, Isuzu yakin  mampu meningkatkan penjualan D-Max pada tahun ini. Pada Januari penjualan  D-Max sebanyak 21 unit atau meningkat 163% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak delapan unit. Total D-Max saat ini di pasaran sekitar 10.000 unit.

Direktur United Tractors Edy Sarwono mengatakan pihaknya cukup puas dengan kinerja Isuzu D-Max yang telah dioperasikan di 30 lokasi tambang. Kendaraan tersebut terbukti andal di medan pertambangan dan sangat hemat bahan bakar sehingga sangat signifikan terhadap penurunan biaya operasional.

Dengan melihat berbagai keunggulan dan pengakuan yang jujur dari para penggunanya, tidak mustahil D-Max akan makin banyak berkeliaran di wilayah tambang dan  perkebunan di Indonesia. (Uud/S-5)


Sumber : Media Indonesia Mei 2010

0 comments:

Post a Comment

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP