Powered by Blogger.

Thursday, 27 May 2010

Mobil Bahan bakar Singkong


RUAS jalan yang tak terlalu lebar di kawasan Tebet Utara, Jakarta Selatan, itu penuh dengan mobil-mobil  yang parkir di samping kanan dan kirinya. Macet. Padahal Senin itu belum siang, belum genap pukul 08.00 WIB.

Tujuh mobil yang diparkir di tempat itu siap meluncur ke Surabaya. Menurut rencana, mereka tiba di Jakarta kembali pada Kamis (27/5).  Salah satu sisi ketujuh mobil tersebut bertuliskan ‘Ekspedisi BBS (Bahan Bakar Singkong)’.

Komite Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI) yang bekerja sama dengan Energi Karya Madani rupanya telah mengembangkan bahan bakar kendaraan dari bioetanol yang dihasilkan singkong karet. Penelitian yang dikerjakan selama kurang lebih sembilan bulan itu kini akan diujikan untuk menempuh jarak yang lebih jauh.

“Sebelumnya bioetanol dari singkong ini sudah kami ujikan ke 1.200 mobil. Cuma, jarak yang ditempuh hanya dalam kota. Sekarang kita ingin mencoba jarak tempuh yang lebih jauh,” ucap Adibrata, Direktur Utama Energi Karya Madani, saat pelepasan Ekspedisi BBS di Kantor DPP
KNMI, Senin (24/5).

Murni dan campuran Kadar etanol pada mobil-mobil yang berangkat ke Surabaya itu berbeda satu dengan yang lainnya. Tiga mobil, berjenis Innova, Luxio, dan BMW, menggunakan etanol 50% atau biasa disebut E-50.Satu mobil jenis Avanza menggunakan etanol 75% atau E-75. Dua lainnya, Innova dan sebuah mobil Kijang keluaran 1990, akan diuji menggunakan etanol 100% atau E-100. Mobil-mobil yang menggunakan E-50 dan E-75 akan tetap menggunakan premium sebagai tambahan bahan bakar. “Mobil E-100 benar-benar murni menggunakan etanol.

Karena itu, dia membutuhkan satu mesin tambahan khusus,” jelas Endy Priyatna, Ketua Bidang Ekonomi DPP KNMI yang juga terlibat aktif dalam pengembangan bahan bakar bioetanol.Mesin tambahan yang dimaksud Endy diperlukan agar bahan bakar bisa menggerakkan mesin kendaraan. Tanpa mesin tambahan tersebut, jelas Endy, mesin akan cepat panas dan rpm harus berada pada angka 2.000.“Tapi seperti apa detail mesinnya, masih rahasia,” im-buhnya lalu tersenyum.

Bila uji coba bioetanol pada mesin ketujuh mobil yang melakukan ekspedisi BBS berhasil, lanjutnya, mobil E-100 akan menjadi yang pertama di Asia. “Sementara E-75 dan E-50 akan jadi yang pertama se-Asia Tenggara,” tandasnya.

Ekonomis Penggunaan bioetanol bagi mesin kendaraan dinilai cukup ekonomis. Sebanyak 1 liter bioetanol bisa diguna kan mobil untuk menempuh jarak hingga 14 kilometer. “Untuk menghasilkan 1 l, kami membutuhkan 6 kg singkong rekayasa,” imbuh Bambang Priyatna, yang juga terlibat dalam penelitian bioetanol di pabrik Rancamaya tersebut.

Singkong yang digunakan KNMI dan Energi Karya Mandiri memang bukan singkong biasa. Mereka melakukan perkawinan silang dengan cara stek antara batang singkong dari Thailand dengan batang singkong karet lokal.“Hasilnya, satu batang singkong rekayasa setelah sembilan bulan bisa menghasilkan buah seberat 50 kilogram,”

Dalam lahan seluas 1 hektare, lanjutnya, panen singkong rekayasa bisa mencapai hasil hingga 40 ton. Harga 1 kg singkong rekayasa adalah Rp400. “Artinya, untuk menghasilkan 1 l etanol, kita hanya butuh Rp 2.400. Ditambah untuk upah petani, biaya produksi dan lain-lain, ya sekitar Rp3.400. Masih jauh lebih murah ketimbang bensin,” lanjut Endy. Ia menambahkan, bila pengembangan etanol bisa dilakukan di daerah-daerah penghasil singkong, niscaya Indonesia tak perlu lagi tergantung pada bahan bakar minya ataupun gas yang kian menipis. Namun, modal yang diperlukan untuk pengadaan pabrik bioetanol tak bisa dibilang kecil. “Untuk mesin yang bisa menghasilkan 2.000 liter per hari, harganya mencapai Rp2 miliar. Tapi mesin digaransi hingga 30 tahun,” katanya.

Di sisi lain, modal untuk budi daya singkong rekayasa sebagai bahan baku mencapai Rp25 juta untuk lahan seluas 1 hektare.

Sumber : Media Indonesia mei 2010

2 comments:

Taruhanku.com 29 May 2010 at 01:55  

Makasih atas infonya ya, semoga artikel-artikelnya kedepan semakin banyak dan bermanfaat.
Salam kenal

Kang Tatang 3 June 2010 at 07:23  

salam kenal kembali.Thanks

Post a Comment

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP