Powered by Blogger.

Saturday, 8 May 2010

Menyetir dengan Mata


BOSAN memutar roda kemudi pada mobil saat berkendara? Para peneliti Jerman mengembangkan teknologi menyetir mobil menggunakan gerakan mata.

Jadilah mobil Dodge Caravan yang berteknologi Eye Driver itu melaju kencang sampai 50 km/jam di Berlin, Jerman, Jumat (23/4). “Dalam pengembangan berikutnya akan menjadi 60 km/jam,” ucap Raul Rojas, salah satu peneliti dari Universitas Free, Berlin, pengembang teknologi tersebut.

Siang itu, dia bersama timnya tidak kesulitan menyetir mobil dengan gerakan mata. Penyebabnya lintasan yang dilintasi dari Bandara Tempelhof itu tergolong sepi. Roda kemudi mobil bergerak walau tangan si pengendara tidak berada atasnya. Mobil pun seperti dikendarai tangan hantu.

“Tantangan terbesarnya tentu saja untuk mengendarai mobil ini di jalanan kota dengan pengendara sepeda dan objek-objek jalan raya yang berseliweran lainnya,” tukas Rojas.Banyak pertanyaan yang lalu diajukan seputar penggu naan Eye Driver. Salah satunya, bagaimana bila si pengendara sedang melihat seorang gadis cantik di seberang jalan selama beberapa detik? Belum lagi bila ia melihat ke layar ponsel untuk mengangkat telepon atau mengetik SMS.

“Selain bisa dikendalikan gerak mata pengemudinya, mobil ini juga bisa mengendali kan dirinya secara otonom,” kata pria kelahiran Meksiko tersebut.Maksudnya, mobil mampu mengendalikan dirinya berdasarkan informasi yang di masukkan pemindai dan kamera yang telah terpasang. Ada dua kamera yang digunakan dalam mobil ini. Satu terpasang di bagian atas untuk memantau jalanan, sementara kamera lainnya berfungsi untuk melacak gerakan mata sang pengemudi.

Fungsi kamera ini juga didemonstrasikan Rojas. Di satu waktu, saat mobil melaju dengan
kecepatan 16 km/jam, Rojas melompat dari tempat duduknya mengarah ke bagian depan mobil. Secara otomatis, Dodge pun berhenti seketika karena kamera mendeteksi ada benda asing di bagian depan mobil. Tapi bila menyetir dengan gerakan mata ini terlalu rumit, para pe neliti telah  menyiapkan alternatifnya, mengendalikan mobil melalui smartphone iPhone.

“Sistem berkendara secara otonom ini mungkin akan mengubah cara kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain di masa depan,” ucap Rojas. Meski berbalutkan teknologi supercanggih, para peneliti tetap memilih cara tradisional untuk menghentikan sistem kerja mobil ini. Dua tombol darurat besar terpasang di bagian belakang mobil. Guna nya, agar siapa pun bisa mematikan semua sistem dari luar mobil dengan menekan  tombol tersebut.

Sumber : Koran Media Indonesia

0 comments:

Post a Comment

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP