Powered by Blogger.

Wednesday, 17 March 2010

Proton Exora


PT Proton Edar Indonesia (PT PEI) selaku distributor utama mobil merek Proton akan meramaikan pasar otomotif nasional dengan meluncurkan tiga model versi  facelift sepanjang tahun ini.Ketiganya adalah Gen-2,Neo,dan Exora President.

Gen-2 dan Neo tak hanya mendapat sentuhan perubahan pada sektor eksteriornya,tetapi juga interiornya.
“Sedangkan Exora,selain ada perubahan minor di eksterior,akan ada perubahan fitur di interior.Misalnya,jok yang akan dibalut bahan berkualitas tinggi hingga perangkat hiburan audio video dengan desain baru,”ujar Fransisco Sirait,Sales Training and Development Head PT PEI,di sela acara “Media Gathering Proton”di Jakarta Selatan,Februari lalu.

Penambahan fitur baru dan perubahan tampilan yang lebih mewah itu membuat harga Exora versi facelift bakal lebih mahal,menjadi Rp 300 juta.Meski tampil penuh dengan aura kemewahan,harga tetap bersaing karena komponen penunjang
untuk penambahan fitur dan perubahan itu berasal dari mitra lokal Proton di Indonesia.“Harga tetap bersaing meski tampil dengan kemewahan,”kata Fransisco.


Dalam versi facelift,Exora akan mengubah tampilan bumper, grille,hingga interior bakal lebih sempurna dan lebih stylish serta mewah.Selain itu,Exora terbaru tampil dengan teknologi mesin yang berbeda.Mesin Exora terbaru mengusung mesin berkapasitas 1.600 cc CamPro CPS.

Juga ada fitur keamanan  antilock breaking system (ABS) dan electronic brake force distribution (EBD) yang membantu kendaraan kembali dengan cepat dan aman pada saat pengereman mendadak.Exora juga dilengkapi dengan dual airbag suntuk pengemudi dan penumpang depan.

Keunggulan Exora juga terletak pada maksimalisasi ruang kabin karena mobil berkapasitas tujuh penumpang ini kursinya mudah diatur sesuai dengan selera.Namun,dengan segudang kemewahan,Proton Exora diklaim lebih nyaman di kelasnya.




Peluncuran Exora President dan Neo versi  facelift akan dilakukan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010 pada Juli mendatang.Sedangkan Gen2  facelift akan diluncurkan pada akhir Maret atau awal April.
PT PEI juga optimistis penjualan pada 2010 ini bakal meningkat seiring dengan kondisi perekonomian nasional yang bertumbuh pada kisaran 5-5,5 persen.“Untuk tahun ini target penjualan kami 4.000 unit,untuk semua line-up Proton,”kata Fransisco.

Ricky HK To,Presiden Direktur PT PEI,menegaskan pernyataan Fransisco.Bahkan pria ramah ini menyebut optimisme itu juga dilandasi kenyataan bahwa selama 2009 lalu kinerja penjualan PT PEI tercatat gemilang. “Bahkan penjualan kami tumbuh 100 persen,dari 1.100 unit pada 2008 menjadi 2.200 unit pada 2009.Sehingga tahun ini,kami yakin penjualan akan semakin baik
mengingat Indonesia juga memiliki potensi menjadi pasar otomotif terbesar di kawasan (Asia Tenggara),”ujar Ricky.

Mesin Baru Proton Neo
Proton Neo versi facelift dijanjikan tak sekadar berubah tampilan, tetapi juga mengalami perubahan pada mesinnya.
“Kapasitas mesin tetap 1.600 cc, tetapi kalau sebelumnya menggunakan CamPro, yang baru ini akan menggunakan CamPro
cam profile switching (CPS) yang juga digunakan pada Proton Exora,” kata Fransisco.

Selain mengganti mesin, Proton menyulap interior Neo. Seiring dengan perubahan itu, harga Neo akan mengalami kenaikan. Bila sebelumnya tipe bertransmisi otomatis dibanderol Rp 198 juta, versi facelift nanti akan berbanderol pada kisaran Rp 203-208 juta. Sedangkan tipe transmisi manual dari Rp 188 juta menjadi sekitar Rp 193-198 juta.

Presiden Direktur PT PEI Ricky HK To menyebut harga produk Proton di Indonesia kemungkinan naik pada 2011. Sebab, prinsipal Proton di Malaysia juga akan mencabut harga Proton yang dipasarkan di Indonesia yang disebut bersubsidi itu.
“Jadi saat ini merupakan saat yang tepat untuk membeli Proton,” ujar Ricky. Mengenai harga itu, Fransisco mengaku karena selama ini Proton juga telah menggunakan skema tarif bea masuk dalam kerangka ASEAN Free Trade Area (AF-TA), yang telah disetujui negara-negara anggota perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara itu. “Selama ini Proton menggunakan skema itu (AFTA), jadi bukan dumping atau apa kalau harganya lebih kompetitif,” kata Fransisco. 
















Sumber : Tempo 13 maret 2010

0 comments:

Post a Comment

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP