Powered by Blogger.

Tuesday, 16 February 2010

Tata Motor Akan Pasarkan Nano di Indonesia



JAKARTA (SI) Produsen Mobil asal India PT Tata Motors akan memasarkan mobil murah merek Nano di Indonesia.Saat ini,Tata Motors sedang mencari mitra lokal untuk dapat memasarkan produk tersebut.Mereka akan bermitra dengan perusahaan di ndonesia,ungkap Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo di Jakarta kemarin.

Dia menuturkan,mitra lokal yang dicari oleh Tata Motors bukanlah grup automotif besar di Indonesia.Hal ini karena Tata Motor menginginkan pemasaran Nano mendapat perhatian yang lebih.

Pihaknya enggan menyebutkan ketika ditanya lebih lanjut mengenai calon mitra lokal tersebut.Mereka akan cari mitra yang baru,tapi sudah teruji kinerjanya,ujarnya.

Di India,Tata Nano dibandrol Rp40 juta per unit.Jika masuk Indonesia,harganya bisa dua kali lipat.Tata Motors berencana mengimpor mobil Nano di Indonesia dalam dua tahun ini,tuturnya.

Saat ini,Tata Nano yang sudah dipasarkan di India,yakni dengan mesin 624 cc yang mampu menghasilkan tenaga 30 bhp.Tata nano memiliki berat 600 kilogram dan dapat mencapai kecepatan maksimum 60 mil per jam.Tata Motors memproduksi Nano sebanyak 250.000 unit per tahun,paparnya.

Saat ini Indonesia menjadi pasar yang potensial bagi industri otomotif.Setidaknya,tiga negara tengah melirik Indonesia,yakni Eropa melalui Mercedes-Benz, Amerika Serikat melalui Ford,dan China melalui Geely.

Sementara,Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Kementerian Perindustrian Budi Darmadi menuturkan,saat ini Mercedes-Benz berencana akan melakukan ekspansi pabrik.Mereka akan membuat Mercedes-Benz jenis Viano di Jakarta pada tahun
ini,ujarnya.

Impor Mobil Bekas Di sisi lain,Bambang mengatakan,Gaikindo kecewa dengan keputusan pemerintah yang mengizinkan impor mobil bekas.Ini karena,akan menghambat pertumbuhan industri mobil dalam negeri.Saya meminta pemerintah untuk meniru kebiijakan
pemerintah Filipina yang mengizinkan mobil bekas diimpor,dengan syarat dirakit ulang (rekondisi) kemudian dijual selayaknya mobil kualitas dua (second),kata dia.

Selain itu,dia mengatakan,kebijakan pemerintah yang juga memperlambat industri otomotif dalam negeri adalah aturan pajak progresif.Jika pajak progresif diterapkan,maka produksi mobil nasional akan turun 20-25%.Belum lagi,dengan gonjang-ganjing

politik.Padahal,sektor automotif termasuk industri yang cepat pemulihannya,baik di Indonesia maupun dunia,jelasnya.

Gaikindo,menurut dia,optimistis,produksi mobil nasional tahun ini akan mencapai 560.000 - 600.000 unit.Tantangan industri automotif mendatang,lanjut Bambang,adalah masalah energi dan lingkungan.Dalam isu perubahan iklim di Kopenhagen,kontribusi
nomor satu itu hutan dan industri pertambangan,tapi image masyarakat selalu menyalahkan kendaraan,pungkas Bambang.

Sumber : Seputar Indonesia

0 comments:

Post a Comment

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP