Powered by Blogger.

Monday, 22 February 2010

Menanti penjelasan toyota

Pekan-pekan ini akan menjadi hari tersibuk Presiden Toyota Motor Akio Toyoda.Ia mau tidak mau menjelaskan ke sana-sini alasan penarikan massal yang dilakukan perusahaannya terhadap produk-produk yang sudah diluncurkan ke pasar di seluruh dunia.

Terakhir,untuk kesekian kalinya Toyota kembali melakukan penarikan 400 ribu unit Prius,mobil mewah ramah lingkungan (hibrida),di seluruh dunia. Toyoda terpaksa muncul dalam konferensi pers di Tokyo pada hari ini waktu setempat untuk memberikan penjelasan soal penarikan tersebut,sebelum ia harus memberikan penjelasan yang sama dalam rapat dengar pendapat dengan Senat Amerika Serikat akhir bulan ini.Ia disebut-sebut baru muncul dua kali dalam konferensi pers setelah selama beberapa bulan terakhir Toyota melakukan penarikan produksi kendaraannya secara besar-besaran.

Desakan terhadap Toyoda untuk segera menjawab berbagai pertanyaan dari pemerintah Amerika Serikat semakin gencar. Maklum,Amerika Serikat merupakan pasar Toyota terbesar.Pekan lalu Toyoda mengatakan dirinya berencana ke Amerika
Serikat untuk berbicara dengan para pekerja dan dealer Toyota di negara itu.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Badan Keselamatan Lalu Lintas Amerika Serikat,keluhan kerusakan pada pedal gas,sistem pengereman,dan karpet mobil produk Toyota meningkat dalam beberapa pekan terakhir,yaitu mencapai 34 keluhan sejak 2000.Keluhan terhadap Prius meningkat hingga 1.000 hanya dalam waktu satu pekan.

Dalam empat bulan terakhir,Toyota telah menarik total sekitar 8,5 juta kendaraannya di seluruh dunia karena masalah pada pedal gas,sistem pengereman,serta karpet di bawah pedal yang telah mengancam keselamatan konsumen dan merusak reputasi Toyota sebagai perusahaan mobil nomor 1 di dunia.

Toyota saat ini berusaha meyakinkan konsumennya dengan mengeluarkan rilis mengenai rincian penarikan dengan lebih cepat,mengingat jumlah penarikan kembali telah membengkak di seluruh dunia,termasuk Camry yang merupakan model terlaris di Amerika Serikat dan Prius yang ramah lingkungan.Minggu lalu,Toyota kembali melakukan penarikan produknya.Kali ini adalah 8.000 unit truk Tacoma.

Namun,dalam pertemuan Asosiasi Dealer Otomotif Nasional di Orlando,Florida,Wakil Presiden Toyota Bob Carter menyatakan sebanyak 500 ribu unit mobil dan truk yang bermasalah dengan pedal gas telah diperbaiki dari total 2,3 juta unit.Setiap hari perusahaan memperbaiki 50 ribu unit kendaraan.

Carter juga mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan memberikan insentif atau memperpanjang masa garansi agar bisa menarik minat konsumen tetap membeli produk Toyota.Toyota telah menawarkan pembiayaan nol persen selama 60 bulan di beberapa kawasan serta memberikan uang tunai kepada sejumlah penjual untuk memperlancar transaksi.

Toyota Prius
Salah satu jenis kendaraan merek Toyota yang ikut ditarik produksinya di seluruh dunia adalah Prius. Namun PT Toyota Astra Motor, pemegang merek Toyota di Indonesia, mengaku tak khawatir dengan keputusan penarikan produk tersebut di Indonesia.
“Di Indonesia cuma ada 13 unit,” kata Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, di Jakarta pekan lalu. Apalagi konsumen pun tampaknya tidak khawatir karena masih ada empat calon pembeli yang sudah melakukan pemesanan.
Populasi Prius di Tanah Air memang belum banyak. Toyota mulai menjual resmi Prius generasi ketiga di Indonesia International Motor Show tahun lalu. Data penjualan sepanjang tahun lalu, mobil ramah lingkungan seharga Rp 585 juta
(on the road) itu baru terjual 13 unit.

Perusahaan akan melakukan pemanggilan kepada 13 konsumen itu untuk perbaikan, yang hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit, setelah Toyota Motor Corp mengumumkan secara resmi penarikan produk tersebut pada 9 Februari lalu. Indonesia termasuk dalam daftar yang harus menarik produk ini karena Prius masih diimpor secara utuh (completely built-up) dari Jepang.

Johnny menjelaskan, penarikan produksi itu terpaksa dilakukan karena ada laporan pengguna Prius di Amerika Serikat bahwa anti-lock braking system (sis-tem pengereman) mobil ini tidak bekerja secara sempurna. Toyota akan memanggil para pemilik
Prius di Indonesia dan bengkel akan memprogram ulang perangkat lunak yang berfungsi mengontrol sistem pengereman tersebut. “Perbaikannya butuh waktu 40 menit saja,” kata Johnny.

Tapi bagaimana dengan pemilik Prius yang membeli dari importir umum?Johnny mengatakan itu bukan kewajiban Toyota untuk memperbaiki. Tapi kalau mereka datang akan dibantu. Saat ini diperkirakan ada sekitar 30 unit Prius yang terjual dari importir umum. Toyota Motor Corp menarik 223 ribu unit Prius yang terdiri atas empat model,yaitu Prius, Prius Plug-in Hybrid, Sai, dan Lexus HS250h.

Khusus untuk Prius, produksi 2010 (Gen-3) sudah terjual 311 ribu unit di seluruh dunia, masing-masing di Jepang
terjual 176 ribu unit, di pasar Amerika 103 ribu unit, dan selebihnya tersebar di mancanegara.

Sumber : Tempo

0 comments:

Post a Comment

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP