Powered by Blogger.

Wednesday, 9 December 2009

Karimun Estilo Vs Proton Savvy Vs Kia Picanto Bagian I

KONSUMEN PERKOTAAN IDENTIK DENGAN DINAMIS, BEGITU PULA KARAKTER CITY CAR SAAT INI. APAKAH JUARA BERTAHAN KIA PICANTO MAMPU MELADENI TANTANGAN RIVALNYA, SUZUKI KARIMUN ESTILO DAN PROTON SAVY?

LUPAKAN mobil hybrid,biofuel atau listrik sebagai transporter alternatif. Selain masih dalam penyempurnaan, transporter ini belum diproduksi secara massal dan murah. Lain hal dengan city car. Fungsional dan hemat bahan bakar menjadi ikon kendaraan ini. Tidak heran, kalau sesungguhnya, transporter perkotaan inilah sejatinya menjadi kendaraan ramah lingkungan.

Lihat saja, konsumsi bahan bakar city car relatif paling hemat ketimbang jenis kategori mobil lainnya. Desainnya mungil dan aerodinamis membuat alasan dasar city car jauh lebih irit. Rata-rata konsumsinya di alas 16 km/I.

Sehingga data kehematan konsumsi bbm ini cukup memberikan data otentik kepada Anda. Artinya kian hemat konsumsi bbm kendaraan, sangat membantu supaya Anda secara nyata dalam melestarikan alam. Bukannya sebaliknya.

Wajar, kalau city car ini merupakan transporter paling bersahabat. Bukan hannya tidak menguras kantung Anda, tapi juga menekan seminimal mungkin pemborosan bbm secara keseluruhan.Dan dua transporter kota terbaru,Suzuki Karimun Estilo dan Proton Savvy,hadir menjawab hal itu di samping Kia Picanto. Ketiganya berupaya berlomba

Untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar, terutama konsumen di perkotaan. Jelasnya, selain kedua poin di atas, ada sederet keunggulan lain yang siap diusung transporter mungil ini dalam menggoda pasar. Lihat saja, langkah revolusiner Suzuki Karimun Estilo atau teknologi modern diadopsi Proton Savvy mampu menggoyahkan kemapanan Kia Picanto di singgasana? Kami memaparkan secara gamblang dalam tes komparasi ini.

1. SUZUKI KARIMUN ESTILO

LANGKAH revolusi diambil Suzuki mem benahi Karimun teranyar. Tak hanya dari desain, mesinnya mengusung teknologi terbaru. Yup dari desain mengotak ke aerodinamis dan mesin karburator ke injeksi.Singkatnya, Karimun Estilo benar-benar berubah total.Tampak luar, desain membulat namun melandai terlihat bumper dan kaca depan yang lebar. Begitupun kaca belakang yang lebar memudahkan pengemudi memantau ke buritan. Hanya saja untuk spion samping, Suzuki masih mengoperasikan secara manual.

Desain melandai ketimbang model sebelumnya, berimbas bibir bagasi rendah, sehingga memudahkan mengakses keluar masuk barang bawaan.Masuk ke dalam, desain dasbor two tone berpadu dengan head unit single CD plus sebuah cup holder langsung menyapa Anda. Estilo yang lebih ramping 10 cm dari Karimun sebelumnya berimbas pada dimensi ruang kokpit.



Pada mesin, unit 1.061cc 4 silinder berkode F1OD menghasilkan tenaga 64 dk.Perbandingan persenelingnya relatif rapat terutama pada gigi 1 hingga 3, cocok untuk lalu lintas perkotaan yang membutuhkan kondisi stop & go yang tinggi.Sementara perseneling pada gigi 4 dan 5 lebih panjang ketimbang sebelumnya sehingga asyik juga dikendarai untuk jarak jauh.


Alhasil, konsumsi bbm begitu sensasional ketimbang kedua pesaingnya dengan mencatat angka 19,2 km/l untuk rule kombinasi dan 28,8 km/I untuk melintas di jalan tol.Kelincahan Estilo bermanuver di perkotaan berkat electronic power steering yang meringankan kerja setir saat beraksi.Selain itu, suspensi empuk siap meredam melintas di jalan rusak sekalipun. Tapi terus terang, penggemar Karimun sebelumnya bakal kecewa dengan ruang penumpangnnya yang lebih sempit.

Lalu bagaimana performa saat melaju? Untuk akselerasi 0-100 km/jam, Estilo butuh 15,19 detik dengan transmisi manual.Lebih laju 0,21 detik dari Kia, namun masih lebih lambat 2,81 detik dari Proton.

Selain tawaran harga, Estilo juga menawarkan pilihan warna yang tidak kalah menarik. Setidaknya ada 8 pilihan warna funky yang disesuaikan dengan kebutuhan anak muda perkotaan. Namun apakah langkah Suzuki ini sudah cukup mampu meladeni tantangan kedua pesaingnya yang punya senjata andalan dalam memimpin transporter kota ini?

Bersambung ke bagian II.........

1 comments:

Anonymous,  15 May 2012 at 20:56  

BAGIAN DUA MANA?

Post a Comment

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP