Powered by Blogger.

Saturday, 25 July 2009

Volkswagen Touran 1.4 TSI



Apa yang biasanya menjadi kelemahan sebuah mobil keluarga? Jawabannya tentu saja bervariasi.Mulai dari keluhan kabin (utamanya baris ketiga) yang terbatas,performa mesin pas-pasan,konsumsi bbm hingga masalah kepraktisan.
Seperti sudah diulas dalam beberapa edisi terdahulu, pasar MPV Indonesia kembali didatangi pemain baru. Dan kali ini, hadir dalam sosok Volkswagen Touran. Muncul pertanyaan mendasar pada benak kami, apakah konsep yang ditawarkan Touran mampu menjawab tuntutan konsumen akan sebuah mobil keluarga. Bagaimana dengan kelemahan-kelemahan seperti pada awal tulisan? Shock dengan harganya yang semahal Rp 395 juta on-theroad? ltu belum seberapa. Hal yang pasti bikin calon konsumen melotot tentulah kehadiran mesin berkapasitas mungil 1.390 cc dibalikbonnet-nya.

Akan tetapi, ini bukan sembarang mesin. Volkswagen jelas tidak main-main saat  mempromosikan Touran sebagai family sports car. Dan merujuk pada definisi mobil sport umumnya, berarti Touran harus asyik dikemudikan,serta memiliki performa hebat. Bisakah Touran memenuhi ekspektasi setinggi ini? Kami pun segera memboyong 1 unit Touran untuk melakukan sesi test drive lengkap.

Mohon untuk tidak meremehkan kapasitas mesin 1.390c cc milik Touran. Dibekali  teknologi Twin Charger (lihat Auto Bild edisi 157), mesin ini mampu memuntahkan tenagas ebesar 140 dk pada 5.600 rpm. lni artinya, setiap liter mesin TSI ini menghasilkan 100dk. Sebuah rasio kapasitas pertenaga yang setara dengan BMW M3.

Tidak sampai disitu, mesin berkapasitas kecil ini juga mampu memberikan torsi mencapai 220 Nm sejak putaran 1.750r rpm.Tentunya semua ini adalah performa di atas kertas. Bagaimana saat menghadapi ujian tes kami yang sesungguhnya? Hasilnya tak kalah spektakuler. Akselerasi 0-402 meter bisa diselesaikan dalam tempo 17,24 detik. Itu artinya 100 km/jam hanya ditempuh dalam waktu 10,01 detik saja. Padahal, bobot kendaraan ini mencapai 1,546 ton lebih.

Angka akselerasi ini tidak berbeda jauh dengan BMW 320i ataupun Toyota Corolla Altis 2.0 V. Luar biasa untuk sebuah mobil keluarga, bukan? Mungkin Anda berpikir, kinerja supercharger dan turbocharger akan berdampak pada konsumsi bbm yang menjadi lebih boros.

Lagi-lagi asumsi ini salah. Hasil tes kami mencatat ngka 14,7 km/l untuk rute tol dan 9,2 km/l untuk dalam kota. Anda juga tak perlu khawatir perihal isu kualitas bahan bakar karena pihak Volkswagen telah menurunkan spesifikasi program komputer agar sesuai dengan standar kualitas bahan bakar di Indonesia. Minum Premium, no problemo.

Lantas bagaimana dengan akomodasinya? Di dalam,nuansa interior mobil keluarga ini  diwarnai dengan kesan sport terutama pada kursinya. Cukup keras untuk ukuran orang Indonesia pada umurnnya, namun disinilah letak kelebihannya.Dengan tingkat kekerasan ini kursinya mampu menopang badan pengemudi maupun seluruh penumpangnya dengan baik.

Suatu hal positif untuk menjaga stamina dengan kenyamanan seperti ini saat melakukan perjalanan panjang. Detail desain dasbor terlihat sophisticated dengan lis berwarna silver yang membelah dasbor. Serta panel instrumen khas Volkswagen Group dengan layar MID. Masuk ke baris kedua, di sini kursi terbagi atas tiga bagian individual yang dapat dilepas dan diatur dengan berbagai konfigurasi.Jika tidak dibutuhkan, kursi bagian tengah yang berukuran lebih kecil bisa dilipat dan digunakan sebagai meja atau dilepas sehingga akses ke belakang menjadi lebih mudah.

Begitu pula kedua kursi pada sisi-sisinya.Kedua kursi ini bisa dilepas dan dipindahkan posisinya agar lebih berdekatan. Syaratnya,tentu kursi tengah harus sudah dilepas terlebih dahulu.Tuas penyangga kursi berfungsi untuk menahan kursi-kursi ini saat dilipat tanpa dilepas dari kendaraan. Walau masih mampu mengangkut orang dewasa dengan sedikit kompromi pada kursi tengah, ruang kaki kursi baris ke-3 cukup terbatas. Tentunya orang dewasa dengan tinggi 170 cm sulit menemukan posisi duduk nyaman di baris ini. Kecuali penumpang di baris kedua bersedia mengorbankan sedikit kenyamanannya dengan memajukan kursi mereka.


Dari segi kepraktisan, MPV ini telah dilengkapi dengan tempat penyimpanan berlimpah.Cup holder tersedia di kabindepan, di bagian tengah, hingga di baris bangku paling belakang.Sementara tempat penyimpanan barangpun demikian. Tersedia juga 2 meja lipat untuk penumpang baris kedua. Tak hanyai itu, glove box juga bisa dimanfaatkan sebagai pendingin minuman.

Di bagian bagasinya terdapat kompartemen untuk meletakkan beberapa perkakas kebutuhanr mobil sampai dengan payung. Dan Di bawah kompartemen ini, juga tersimpan pompa elektris berikut cairan penambal ban. Ya, mobil ini tidak memiliki ban cadangan untuk mengefisienkan ruang.Namun Anda tak perlu khawatir karena penggunaannya lebih mudah daripada harus mengganti dengan ban serep.

Touran sendiri meiliki dimensi yang tidak terlalu besar.Dengan panjang keseluruhan 4.407 mm.Touran hanya lebih pendek 148 mm dibanding Toyota Kijang Innova, serta berukuran tak beda jauh Mazda5. Fisiknya sendiri masih menggambarkan DNA desain VW yang lama seperti terdapat pada Passat dan Eos. Cukup enak dilihat, meski belum bisa disebut sebagai sosok yang  menggairahkan sayangnya,lampu utama masih belum menggunakan teknologi HID. MPV VW terbaru ini hanya dilengkapi dengan halogen tipe projektor dengan Diaxial Ellipsoid (DE) technology. Dimana foglamp juga berfungsi sebagai lampu samping saat kemudi dibelokkan.

Agak disayangkan juga kehadiran spion yang tidak dapat dilipat secara elektris.Padahal hal tersebut cukup krusial dalam berlalu lintas di kota-kota besarseperti jakarta. Wheel base sepanjang 2.678 mm dengan overhang depan maupun belakang minim, mampu memberikan pengendalian baik saat di kecepatan tinggi tapi tetap lincah di kecepatan rendah. Ini masih ditambah kehadiran sasis kokoh yang mernbuat Touran mampu melakukan manuver yang cukup ekstrem layaknya sebuah sedan sport. Handling seperti ini mengingatkan kami pada saudaranya, Golf GTI. Apalagi, MPV ini telah dilengkapi dengan beragam peranti elektronik di dalamnya seperti ESP. kontrol traksi dan EDL.

Terbukti saat kami bermanuver cepat, sistem ini berkeja optimal dan mampu mengontrol pergerakan bodi dengan baik. Bisa dibilang, inilah salah satu MPV dengan pengendalian terbaik yang ada di Indonesia.

Sistem keamanan penumpang dan kendaraan tak luput dari produsen asal jerman ini. Tak  tanggung-tanggung, 6 buah airbag tersebar di dalam kabinnya. Sementara saat membawa anak kecil dengan menggunakan child seat di depan, kantung udara di bagian ini bisa dimatikan.

Dengan kombinasi performa dahsyat, kemampuan berkendara hingga fitur yang  diusungnya, rasanya tagline family sports car yang diusung Volkswagen benar-benar bukan gertak sambal belaka. Yang harus dilakukan VW adalah bagaimana meyakinkan konsumen Indonesia yang tergolong unik apakah uang Rp 395 juta yang mereka keluarkan sepadan dengan apa yang didapat.

Kesimpulan

Kami telah membuktikan semua praduga kami terhadap MPV pendatang baru dari volkswagen ini.Sosoknya cukup menggambarkan mobil bertenaga.Kapasitas mesin yang kecil tidak membatasinya dalam memberikan performa layaknya mesin berkapasitas 2.000 cc ke atas dengan efisiensi BBM mesin 1.600 cc.

Memang tidak ada gading yang tak retak,konsekuensi penggunaan dual charge ini tidak  bisa memberikan efisiensi bbm layaknya mesin 1.400 cc non turbo.Tetapi untuk sebuah MPV,angka diatas masih tergolong irit.

Hal tersebut masih dipadu dengan sistem keselamatan dan keamanan mobil yang tanpa kompromi.Rasanya harga 395 jt bagi mereka yang sepaham pada definisi sport car ini.

Kelebihan
- Desain kompak,performa dahsyat mesin TSI,handling tak kalah dengan Golf

Kekurangan
- Harga mahal,kualitas material, fitur kurang banyak.

Sumber : Autobild 161

0 comments:

Post a Comment

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP