Powered by Blogger.

Tuesday, 9 June 2009

Panduan membeli mobil Toyota Harrier

REGULASI di bidang otomotif pada juli 1999 membawa angin segar bagi importir umum (IU) untuk memasarkan mobil dalam kondisi completely built-up (CBU). Toyota Harrier merupakan salah satu dari sekian banyak produk CBU yang hadir di pasar Indonesia.

Setelah diperkenalkan pada 1997 di jepang, Toyota Harrier mulai didatangkan pada tahun 2000 di Indonesia. Terus terang, ini merupakan SUV lansiran Toyota yang begitu digemari konsumen dan menjadi obsesi Toyota untuk menguasai pasar jip mewah di Eropa untuk pasar Eropa di beri nama Lexus RX300.


Salah satu kelebihan dari Toyota Harrier terletak pada sektor kenyamanan. "Makanya, jarang ada Toyota Harrier dijual dalam kondisi second hand. Kebanyakan konsumen memilih untuk tetap menggunakannya sebagai alat transportasi harian. Lantaran biaya perawatan yang tidak terlalu mahal dan tergolong tangguh," terang R Bagus Prakoso, Technical Engineering Assistant Manager PT Garansindo Inter Global.Walau Toyota Harrier memiliki pilihan mesin 2.163 cc 4 silinder segaris 140 dk,namun mesin 2.994 ccV6 220 dk lebih diminati oleh konsumen. Selain tenaga besar, full time 4WD-nya cukup menolong saat di medan berat. Kondisi ini membuat Harrier cukup fleksibel digunakan di jalan aspal atau off-road, sebab penggerak roda belakang hanya bekerja ketika roda depan kehilangan traksi.

Asyiknya lagi memiliki Harrier, ATPM Toyota di Tanah Air menerima konsumen untuk melakukan perawatan atau perbaikan di jaringan bengkel resmi Toyota. Mesin dengan kode 2AZ-FE (2.4) dan 1 MZ-FE (3.0), serupa dengan milik Toyota Camry yang dipasarkan di Indonesia.Alhasil, kebutuhan spare part akan lebih mudah diperoleh.

Perlu perhatian :

1.MESIN
Pertama kali membeli, cermati jarak tempuh di odometer. Jika telah melebihi 60.000 km, tentu perlu pemeriksaan lebih intensif pada mesin. Timing belt merupakan komponen penting yang segera perlu diganti jika pemiliknya terdahulu belum menggantinya.

2.SUSPENSI
Begitu pula dengan suspensi, kondisi sokbreker rentan lemah setelah mobil menempuh jarak 60.000 km lebih. Apalagi jika sering melalui jalan rusak. Tie-rod, bearing dan bushing-bushing pun mulai mengalami kelelahan.

3.TRANSMISI
Berhubung Harrier hanya memiliki satu pilihan transmisi matik, tentu perlu kecermatan tersendiri. Pastikan perpindahan gigi dapat berjalan dengan smooth tanpa ada hentakan atau terjadi gejala slip.Tunda pembelian jika kedua kendala diatas ditemui dan mintalah pemilik untuk mengganti oli transmisi.Jika masalah tersebut tidak dapat dihilangkan, segera batalkan pembelian mobil.


4.BODI
Harrier didatangkan melalui IU, maka PT Toyota Astra Motor selaku ATPM di Indonesia tidak menyediakan body parts. Jadi, pastikan bodi masih dalam kondisi baik dan tidak perlu penggantian. Sebab, ketersediaan komponen perlu diperoleh dari jepang dan akan memakan waktu hingga 3 bulan jika memakai jalur laut.



Sumber : Autobild Edisi 67

6 comments:

Anonymous,  6 July 2010 at 00:47  

Apakah Harrier masih menggunakan timing belt?
Bukankah mobil sekarang sudah memakai rantai?

Anonymous,  23 August 2015 at 16:26  

ee anonimus, kowe goblok kali jdi manusia, sejak kapan mobil makek rante?!!!!

mohd ahmadi 28 August 2015 at 03:03  

Rante tu maksudnya timing chain

Anonymous,  15 May 2016 at 09:50  

Maksudnya Anonymus itu pake rante kayak sepeda bukannya Timing Chain. Maklum dia lama tinggal di goa

antok afi 17 July 2016 at 18:09  

ha...ha...ha....ha...ha.....koplak

antok afi 17 July 2016 at 18:11  

ha...ha...ha....ha...ha.....koplak

Post a Comment

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP