Powered by Blogger.

Tuesday, 9 June 2009

Panduan membeli mobil BMW 530i

BMW Seri-5 E39 pertame hadir pada 1996 sebagai pengganti generasi E34.Sebagai pabrikan ternama, BMW menjanjikan pengendalian prima tanpa mengurangi kenyamanan produknya. Alhasil model yang diperuntukkan bagi segmen eksekutif ini juga digemari oleh kawula muda penggemar kecepatan.

Dalam kebijakan pabrikan asal Munich itu, satu generasi hanya mengalami sekali facelift dalam rentang usianya. Biasanya terjadi setelah mobil berumur 3-4 tahun danrentang peredarannya yang 7-8 tahun. Oleh sebab itu di tahun 2001 Seri 5 mengalami ubahan, dan saat itulah 530i hadir menggantikan 528i.

Teknologi canggih BMW kerap menjadi pelopor di bidangnya. Sebut saja sistem ABS yang didampingi Automatic Stability Control plus Traction (ASC+T), Dynamic Stability Control (DSC) dan Dynamic Brake Control (DBC). Begitu berbagai fitur yang memanjakan penumpang, seperti jok kulit elektrik dengan memori, setir multifungsi, cruise control dan AC climate control. Sementara on boardcomputer membantu pengemudi memantau kondisi mobil.

Mesin yang bertengger di bawah kapnya sangat memadai untuk mobil seukurannya, unit ini telah dilengkapi teknologi VANOS
untuk memaksimalkan performa.Ditambah pengendalian mengagumkan yang telah menjadi ciri khas BMW, menjadikan 530i mobil mewah yang nyaman dengan citarasa sporty yang kental.

KEYHISTORY
1996: BMW Seri-5 E39 hadir di Indonesia dengan tipe 5231 dan 528i. Tpe 528: menggunakan mesin M52 2.800 cc, 198 dk dengan transmisi matik 5-speed Steptronic pertama kalinya untuk Seri-5. Sementara 523i dibekali mesin 2.300 cc, 170 dk dengan transmisi manual.
Kelengkapan standar 528i cukup berlimpah. Sebut saja rem dengan ABS dan EBD, jok kulit elektrik, AC climate control dan 4
airbag. Sedangkan 523i tak dilengkapi jok kulit dan tanpa pelek alloy.

1997: Ada penambahan fitur pada 528i berupa setir multifungsi dan pelek alloy 16 inch. Sedangkan 523i sudah tidak dipasarkan.

2000: BMW merilis 5251 sebagai varian baru dengan kelengkapan standar tak jauh berbeda dengan 528i. Model bermesin M54 2.500 cc ini hadir hingga 2002.

2001: BMW Seri-5 E39 mengalami facelift.Ubahan paling kentara ada pada lampu depan proyektor bening dan lampu kecil berbentuk cincin. Gril ginjal khas BMW juga berukuran lebih besar.Di buritan, lampu belakang LED menjamin cahaya lebih terang dan respons lebih cepat. Selain itu sensor parkir belakang juga disematkan guna membantu manuver.

Seri-5 facelift muncul dalam dua pilihan: 520i dan 530i. Tpe 530i menggunakan mesin M54 3.000cc 6 silinder, bertenaga 231 dk pada 5.900 rpm dan torsi 300 Nm di 3.500 rpm. Karakter mesin ini membuatnya nikmat dikendarai lantaran torsi tersedia sejak putaran relatif rendah.

Kelengkapan standar 530i sangat berlimpah: seluruh bangku dilapis kulit dan dilengkapi seat belt Bangku depan full elektrik memiliki memori penyetelan, AC sudah dilengkapi climate control dan audio terintegrasi dilengkapi single CD plus CD changer di bagasi.Setir multifungsinya mampu mengatur audio dan cruise control. Sementara on-board computer menyajikan data konsumsi bbm,jarak tempuh dan interval servis Untuk urusan keselamatan, 530i dilengkapi 10 airbag, ABS yang dibantu oleh kontrol kestabilan, fitur lain yang menjamin keamanan berkendara.

2002: BMW 530i mendapat tambahan fitur baru yaitu tirai untuk jendela samping belakang. Tahun ini juga menandai berakhirnya masa produksi 520i.

2003: Seri-5 E39 digantikan oleh E60 yang memiliki beragam keunggulan. Seperti sistem kontrol terpadu Drive, kabel serat optik di sekujur tubuh dan Active Steering.



Perhatikan :

1.TABUNG RESERVOIR RADIATOR
Kondisi iklim di Indonesia yang bersuhu panas membuat daya tahan tabung penampung air ini berkurang. Alhasil kerap terdeteksi kebocoran dibagian ini. Jadi saat melakukan pengecekan, tak ada salahnya bagian ini juga diperiksa.










2.KAKI-KAKI DEPAN
Meski BMW adalah mobil yang tangguh, kondisi jalan yang kurang hersahabat mengurangi usia pakai komponen kaki-kakinya terutama yang depan. Apalagi ada kebiasaan pemilik yang mengganti pelek standar dengan diameter besar. Meski lebih cantik, langkah ini mengurangi usia pakai komponen kaki-kaki.


3.KOMPONEN REMANUFAKTUR
UNTUK komponen yang mahal dan sulit didapat seperti ECU, BMW menawarkan alternatif hagi konsumennya. Alternatif itu adalah komponen rekondisi dari BMW Jerman,atau istilah mereka komponen remanufaktur. Hal ini cukup membantu mengingat harganya yang cukup murah dan tetap mendapatkan garansi resmi dari BMW Indonesia selama 2 tahun.


Sumber : Autobild Edisi 67

0 comments:

Post a Comment

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP