Powered by Blogger.

Sunday, 31 May 2009

Teknologi AWD terbaru pada Chevy captiva

Chevy Captiva terbaru sangat membanggakan teknologi AWD-nya. General Motors (GM) menyebutnya “Active on Demand”.

AWD “Active on Demand” – khusus pada Captiva - adalah sistem 4x4 yang mendistribusikan tenaga kepada semua roda sesuai dengan kebutuhan atau kondisi jalan dan mengemudi.

Sebagai contoh, bila sebuah mesin menghasilkan tenaga 100 PS, untuk sistem 4x4, setiap roda memperoleh tenaga secara merata, yaitu 25 PS. Artinya, proporsi roda belakang dan depan untuk menggerakkan kendaraan sama: 50:50.

Dengan “Active on Demand” proporsinya bisa berubah menjadi 60:40 atau 70:30. Hebatnya, untuk mengubah pembagian itu, tak perlu dilakukan oleh pengemudi. Mobil sendiri yang akan menentukan, kapan dan di mana harus mendistribusikan tenaga kepada masing-masing roda sesuai dengan
kebutuhan. Jadi, pantas dibanggakan!


Pendistribusian torsi ke roda sesuai dengan kondisi jalan dan mengemudi, perlu dilakukan karena bisa saja salah satu roda slip atau tidak menyentuh permukaan jalan pada kondisi tertentu. Misalnya, permukaan jalan licin atau salah satu roda terangkat.



Full vs Part Time
Dulu, teknologi AWD atau 4x4, baik yang full-time (permanen) maupun part-time (bisa diubah dari x4x menjadi 4x2 atau sebaliknya), cukup menimbulkan dilema.

Pada “Full-Time” (FT), setiap kendaraan dijalankan, mesin harus mengengkol keempat rodanya, baik di off-road maupun di on road (jalanan aspal).

Nah, pada jalanan aspal kondisi FT tidak menguntungkan. Konsumsi bahan bakar jadi boros. Pasalnya, komponen pemindah daya yang harus digerakkan mesin banyak. Kerugian tenaga juga bertambah.

Pada “Part-Time” (PT) juga ada masalah. Sistem harus dilengkapi dengan “transfer case” (ada yang menyebutnya “gardan tengah”). Tugas bagian ini, membuat kendaraan bekerja menjadi 4x2 saja atau 4x4.

Beberapa produsen saat i ni menciptakan sistem 4x4 PT yang lebih gampang pengoperasiannya. Pengemudi cukup menekan tombol untuk berpindah sistem dari satu kondisi ke kondisi mengemudi lainnya. Ternyata, cara ini dianggap belum praktis karena bobot kendaraan makin berat lantaran ukuran gardan tengah cukup besar.

Kopling Aktif
Nah, melihat dasar AWD Captiva, teknisnya mirip dengan FT. Pasalnya, antara as roda belakang dan depan hanya dihubungkan oleh sebuah as kopel secara permanen. Tidak ada gardan tengah.

Meski begitu, sebelum gardan atau diferensial belakang, Chevrolet menambahkan komponen yang disebut “Active Coupling”. Bahasa kitanya, kopling aktif. Hebatnya lagi, kopling aktif ini kerjanya berdasarkan perintah “otak” atau dikontrol oleh komputer.

Selanjutnya, komputer memberi perintah kepada kopling aktif berdasaran informasi yang diterima dari alat pengindera atau sensor-sensor yang dipasang pada mobil yang berfungsi seperti mata, kuping, hidung, kulit atau alat perasanya lainnya pada manusia.

Setelah menerima informasi dari sensor tersebut, komputer memproses dan lantas memerintahkan kopling untuk bekerja, pada manusia bisa diumpamakan dengan kaki.

Tugas dari kopling meneruskan torsi yang dihasilkan mesin ke as roda belakang. Namun tenaga yang diteruskan ke roda belakang, bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi medan atau jalan yang dilalui.

Kopling bekerja bila, ban depan atau belakang slip. Untuk memastikan ban salah satu ban slip didasarkan pada perbedaan kecepatan putaran masing-masing roda yang dilengkapi dengan sensor. Atau bisa pula, kopling mendistribusikan torsi secara merata ke roda depan dan belakang bila mengetahui, kecepatan putaran roda depan dan belakang sama.

Untuk ini, sistem juga memanfaatkan informasi dari bagian lain, yaitu komputer mesin, kontrol bodi (body control) dan kontrol rem yang bekerja secara elektronik atau EBC (electronic brake control).

Kopling Magnet
Aktif kopling terdiri dari lembaran kopling seperti yang digunakan pada sepeda motor. Lembaran kopling ini juga diredam dalam oli.

Pada aktif kopling, ada komponen utama lain, yang justru dikontrol oleh komponen, yaitu rangkaian kopling magnet (diberi aliran listrik baru menjadi magnet). Kopling magnit ini mampu memindahkan torsi ke roda belakang dari 0 sampai 2.530 Nm.

Kopling tersebut memindah torsi sesuai dengan perintah yang diterimanya dari komputer atau kondisi permukaan yang dilalui. Misalnya aspal, pasir, lumpur dan sebagainya. Pengontrolan dilakukan secara terus-menerus.

Pada kondisi jalan mulus, pembagian tenaga untuk kedua as roda depan dan belakang adalah 50:50. Tetapi bila permukaan jalan yang dilalui ban belakang licin atau pasir, perbandingan diubah. Torsi ke roda belakang dikurangi atau dihentikan sama dan hanya digunakan untuk roda depan. Dengan demikian, tenaga mesin untuk menggerakkan kendaraan tetap besar dan maksimal.

Lebih Aman
Kemampuan seperti yang disebutkan di atas, bukan hanya membantu traksi dan stabilitas di jalan berpasir, juga di permukaan basah atau becek. Traksi tetap maksimal di jalan yang licin. Begitu pula dengan kemampuan menanjak dan akselerasi kendaraan dari diam.

Stabilitas juga lebih baik pada kecepatan tinggi karena mobil terus dikontrol. Malah gejala oversteer atau understeer, bisa dicegah karena Chevrolet memasang pula ESP (Electronic Stability Program) pada Captiva AWD ini.

Kerja pengemudi makin nyaman saja karena SUV ini dipersenjatai dengan transmisi otomatik 5 percepatan, tiptronic. Mau tambah tenaga atau santai, tinggal menyentuh tongkat transmisi ke depan atau ke belakang!

Kompensasi dari semua kelebihan yang telah disebutkan tadi, adalah tambahan komponen dan bobot kendaraan. Bila dasar kendaraan menggunakan gerak roda depan, maka tambahan komponen adalah as kopel (propeller shaft), kopling aktif, gardan (diferensial) belakang, dan as roda belakang aktif (memutar roda).

Dengan ada komponen tersebut, selain menambah bobot, komponen yang berputar juga membutuhkan energi. Berarti konsumsi energi lebih besar dibandingkan degnan 4x2. Faktor terakhir ini pula yang menyebabkan Chevrolet hanya mengandalkan mesin diesel dengan torsi besar pada varian terakhir Captiva ini.

Kendati demikian, dibandingkan dengan sistem AWD lama, versi terbaru ini jauh lebih ringan lebih praktis. Yang rumit adalah sistem kontrol elektroniknya.

Karena kerja kopling aktif tergantung pada energi listrik, begitu juga sistem pengontrolan, maka sumber listrik pada mobil, yaitu batere plus alternator harus dijaga dalam kondisi selalu sehat dan bekerja secara optimal.

Sumber : http://m.kompas.com

1 comments:

Anonymous,  1 July 2009 at 22:58  

fitur tracking control sangat menarik...
apakah sudah ada yg mencoba / mentest jika 3 ban slip, maka torsi hanyak diteruskan pada 1 ban saja yg masih mendapatkan traksi???

kalo ada di youtube menarik nih..

Post a Comment

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP